Kamis, 27 Januari 2011

Kemendiknas Tingkatkan Kualitas Guru di Daerah Perbatasan

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sejak 2009 lalu telah meluncurkan program peningkatkan kualitas tenaga didik di daerah-daerah yang letaknya berbatasan langsung dengan negara luar. "Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu daerah yang tersentuh program ini karena merupakan wilayah yang letaknya berbatasan langsung dengan negara Timor Leste," kata Direktur Pengembangan Tenaga Pendidik dan Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (PTK PPNFI) Kementerian Pendidikan Nasional, Abubakar Umar di Kupang, Kamis (27/1).



"Pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap sektor pendidikan di daerah perbatasan dengan fokus pada peningkatan kualitasan pendidik. Program ini sudah dilaksanakan sejak 2009," katanya terkait perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di daerah perbatasan.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melaksanakan pelatihan terhadap 50 tenaga pendidik non formal dan informal di Atambua, Ibu Kota Kabupaten Belu, daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Ia mengatakan, program ini mengambil lokasi di daerah perbatasan negara karena masyarakat di daerah perbatasan sebagai garda terdepan bangsa, harus memiliki kapasitas dan kapabilitas pendidikan yang memadai untuk kepentingan anak didik, sekaligus untuk dapat bersaing dalam bidang pendidikan negara tetangga.

"Itulah sebabnya, sejak dini pemerintah mengambil kebijakan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik untuk kepentingan anak bangsa dalam memperoleh pendidikan yang murah namun berkualitas," katanya. "Sasaran dari program PTK-PPNFI adalah memperkuat pendidik dan perserta didik usia dini (PAUD) di daerah-daerah perbatasan. Dan untuk di Atambua KAbupaten Belu, pihaknya bekerja sama dengan Pengembangan Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Ina Malaka," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) PPNFI Nusa Tenggara Timur M. Patrisia Sumarni pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan peningkatan kualitas tenaga pendidik terlaksana berkat kerja sama antara PPNFI dengan Sanggar Kegiatan Belajar Mengajar (SKMB) daerah setempat.

Ia mengatakan, ke depan kegiatan seperti ini juga akan dilakukan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Alor yang letaknya berbatasan langsung dengan daerah perbatasan negara. "Ini penting dilakukan untuk mencegah meningkatnya butu huruf dan sekaligus meningkatkan prestasi dan keuntungan lainnya yang semuanya bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan," katanya.

Ia menyebut, di bidang pendidikan angka buta huruf masih mencapai 300 ribu orang tahun 2009 dan rata-rata orang NTT masih hanya tamat SD. Angka Melek Huruf (AMH) dari tahun 2008 hingga 2009 juga tidak terdapat perkembangan, yaitu tetap 85,5 persen, masih jauh dari angka nasional yaitu 92,7 persen.

"Kondisi sarana dan prasarana pendidikan, minimnya tenaga pendidik sesuai kualifikasi, penyebaran tenaga pendidik yang tidak merata, masih tingginya biaya pendidikan serta banyaknya pungutan liar dilingkungan pendidikan membuat keinginan mencerdaskan bangsa seakan masih sangat jauh dari harapan," katanya.
Red: Djibril Muhammad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar